Hmm ini seperti mengambil cermin retak. Yang pernah kuhancurkan. Dan kuambil kembali untuk diriku. Dan aku paksakan diriku bercermin. Langkah ini kembali terhenti. Ingin kembali dan memulai lagi. Tapi kalau begitu sama saja harus memutar arah kembali. Dan lagi lagi tertinggal.
Tuhan kau yang mampu menjabarkan ini semua. Hanya kau yang mampu. Dan istirahatkan aku sejenak di tempat ini. Untuk bernafas. Agar bisa kembali lagi melangkah kedepan. Atau kembali berputar.
Tuhan kau yang mampu menjelaskan ini untuk apa. Apakah duniaku yang telah menyakitiku. Ataukah aku yang menyakiti duniaku. Atau malah aku yang menyakiti diriMu pemilik duniaku.
Tuhan jelaskan dengan caramu. Dengan CARAMU Tuhan.
